Tips Memilih Kopi Berkualitas dan Kombinasinya

550

kopifirst.com, Memilih bahan bukan perkara sepele, membuat kopi yang enak dimulai dari bahan yang tepat. Maksud tepat dalam hal ini adalah metode, biji kopi, dan bahan lain yang digunakan untuk harus sesuai dengan jenis minuman yang ingin dibuat.

1. Arabika atau Robusta

Dua jenis kopi yang paling umum adalah robusta dan arabika, keduanya memiliki karakteristik dan kadar kandungan zat yang berbeda. Arabika memiliki rasa yang tidak terlalu pahit karena kandungan kafein yang lebih rendah, namun rasanya cenderung asam. Robusta cenderung pahit karena lebih tinggi kafein, namun aromanya lebih tajam dan tidak terasa asam.

Apabila Anda masih pemula dan ingin mencoba cara menyeduh kopi dengan manual brewing, disarankan menggunakan biji jenis arabika. Rasa robusta lebih getir, sehingga untuk membuat kopi yang enak membutuhkan lebih banyak percobaan.

2. Kualitas Biji Kopi

Untuk membuat kopi yang enak ala cafe diperlukan biji yang berkualitas baik, karena biji berkualitas buruk tidak hanya terasa berbeda tapi dapat menghancurkan rasa.

Agar rasa dan aromanya lebih nikmat, disarankan untuk membeli biji kopi dan digiling sesaat sebelum menyeduh kopi. Biji yang dimaksud adalah biji kopi yang sudah dipanggang (roasted coffee bean) bukan mentah (green bean).

Kualitas biji kopi memiliki beberapa tingkatan, tingkatan tersebut dibagi berdasarkan jumlah defect atau cacat. Defect pada biji kopi disebabkan oleh banyak faktor, kondisi penanaman, pemetikan, hama, dan lain lain.

Menurut standar SCAA, grade kopi dibagi menjadi grade 1 sampai 5. Grade 1 adalah biji kopi berkualitas tertinggi dengan jumlah full defect < 5 biji per 300 gram. Sementara grade 5 adalah biji kopi kualitas terendah dengan jumlah full defect > 86 biji per 300 gram.

Tentunya biji grade 1 memiliki kualitas rasa yang paling baik, karena itu Sasame Coffee hanya menggunakan biji pilihan grade 1.

3. Ukuran Giling

Langkah pertama dalam cara menyeduh kopi yang enak ala cafe, perlu diperhatikan ukuran giling. Ukuran giling mempengaruhi kontak, waktu ekstraksi, dan flow.

Hati hati, semakin halus hasil gilingan, semakin cepat proses ekstraksi namun rasa yang dihasilkan akan semakin pahit. Karena, flow air akan terhambat dan semakin lama waktu kontak (air dan kopi) dan terjadi over extraction.

Ukuran giling biji kopi adalah extra coarse, coarse, medium, medium fine, fine, dan ultra fine berurutan dari yang kasar hingga semakin halus.

Cara membuat bubuk kopi sangat mudah, sesuaikan ukuran dengan cara membuat kopi yang akan Anda lakukan.

  • Extra coarse adalah yang paling kasar, bubuknya terlihat seperti merica. Gilingan ini cocok untuk cold brew karena ekstraksi rasa yang lama.
  • Coarse sedikit lebih halus dari extra coarse, seperti garam laut (bukan garam halus). Biasanya, kopi yang digiling seperti ini digunakan untuk french press.
  • Medium termasuk ukuran sedang, bubuknya terasa seperti pasir. Ukuran ini digunakan untuk hampir semua metode manual brew.
  • Medium fine berada di transisi gilingan medium dan fine. Jadi, bubuk berukuran lebih halus dari medium namun tidak selembut fine. Gilingan ukuran ini baiknya digunakan untuk metode pour over.
  • Fine adalah ukuran yang biasanya anda dapat jika membeli bubuk kopi apabila anda tidak memesan ukuran khusus. Bubuknya seperti garam halus. Digunakan jika cara menyeduh kopi Anda melibatkan mesin.
  • Ultra fine sangat jarang digunakan karena membutuhkan penggiling khusus. Ukurannya seperti tepung. Digunakan untuk membuat turkish coffee.

4. Single Origin atau Blend

Single origin adalah minuman kopi yang menggunakan biji kopi dari satu daerah yang sama. Kopi Indonesia yang terkenal nikmat disajikan single origin adalah Gayo, Bali Kintamani, dan Mandailing.

Single origin memang nikmat, namun terlalu sederhana karena hanya bergantung pada satu karakteristik. Untuk mendapatkan rasa yang lebih kaya, caranya adalah dengan melakukan mix atau blend.

Setiap cafe memiliki racikannya sendiri atau yang disebut houseblend. Anda juga dapat mencoba memadukan beragam biji dengan berbagai rasio.

Misalnya Anda menggabungkan Gayo Tim Tim, Ateng Super, dengan Mandailing. Hasilnya adalah kopi dengan body yang kuat, keasaman yang rendah, karakter aroma cokelat yang manis, dan tidak meninggalkan rasa getir di akhir.

Mencari racikan yang pas butuh kesabaran, waktu, dan tenaga yang besar. Jika ingin lebih mudah, Anda dapat membeli blend kopi yang tersedia di cafe atau roastery seperti Sasame Coffee.

5. Memilih Susu dan Coklat untuk Kombinasi Kopi

Dalam tata cara membuat kopi, ada dua bahan pelengkap yang sering digunakan yaitu susu dan cokelat. Susu digunakan untuk banyak jenis minuman espresso based seperti latte, cappuccino, dan macchiato. Sementara cokelat digunakan sebagai campuran utama mochaccino.

Dalam pemilihan susu, gunakan susu yang masih memiliki kandungan lemak. Jangan gunakan jenis susu rendah atau tanpa lemakLemak dalam susu mempermudah Anda untuk membuat foam dan memberi konsistensi lebih baik.

Cokelat digunakan untuk berbagai variasi minuman kopi yang enak seperti mochaccino dan frappuccino. Hindari menggunakan sirup cokelat yang sudah jadi. Meski mudah ditemukan dan digunakan, sirup cokelat di pasaran memiliki kadar gula yang tinggi.

Kami menyarankan Anda menggunakan bubuk cokelat murni. Apabila suka manis, Anda dapat menggunakan bubuk cokelat manis yang kandungan gulanya tidak sebanyak sirup cokelat.

Berbagai jenis minuman dan cara membuat kopi menggunakan cokelat dan susu sebagai pelengkap. Jangan memilih secara asal-asalan karena akan membuat hasil akhirnya tidak enak.