Ragam Sajian Kopi Tradisional Nusantara

1094
Kopi Takar dari Mandailing salah satu sajian kopi khas Nusantara. Foto : Top Coffee
Kopi Takar dari Mandailing salah satu sajian kopi khas Nusantara. Foto : Top Coffee

kopifirst.com, Indonesia sebagai salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia, menyimpan berbagai racikan kopi khas Nusantara.

Berbicara tentang racikan kopi terutama racikan kopi tradisional, Indonesia memiliki banyak sekali racikan dan penyajian kopi yang berasal dari berbagai pelosok nusantara.

Migrasi yang dilakukan oleh penduduk dari suatu daerah ke daerah lain juga menciptakan percampuran budaya yang membentuk cara penyajian kopi yang berbeda-beda.

Beberapa sudah terkenal dan bisa dinikmati meskipun kita tidak sedang berkunjung ke daerah tersebut.

Namun masih ada juga yang tetap menjadi cita rasa khas daerah yang tidak dijumpai di daerah lain.

Dirangkum dari berbagai sumber, kopifirst menyajikan ragam racikan sajian kopi tradisional dari dari berbagai daerah di Tanah Air sebagai berikut :

Kopi Jos

Foto : jogjasukasuka.com

Kalau Anda berada di Yogyakarta, jangan lupa untuk menjajal kopi Jos di angkringan Lik Man.

Angkringan legendaris ini berada tepat di utara Stasiun Tugu, seberang Jalan Malioboro.

Kopi Jos adalah satu minuman spesial dari angkringan tersebut.

Ciri khasnya, setelah diseduh kopi akan ditambah satu atau dua potong arang yang yang merah membara, karena jika tidak, maka rasanya tidak enak dan nikmat.

Karena dibuat dengan melibatkan arang, para turis mancanegara yang menjadi pelanggannya menyebut kopi Jos sebagai charcoal coffee (kopi arang).

Selain rasanya yang berbeda dari kopi biasa, kopi Jos dipercaya oleh penggemarnya bisa menghilangkan capek-capek dan masuk angin.

Kopi Talua

Foto : Medcom.id

Minuman satu ini berasal dari tanah Minang di Provinsi Sumatera Barat dan Talua dalam bahasa Minang berarti telur.

Kopi ini disajikan dengan campuran telur di dalamnya seperti telur bebek, ayam atau ayam kampung hanya diambil bagian kuningnya saja dan dikocok sampai berbusa.

Setelah itu, kocokan telur ini akan ditambahi susu kental manis dan bubuk kayu manis dan hasilnya dicampurkan dengan kopi panas dan terciptalah minuman ini.

Minuman ini bisa dijumpai hampir disemua rumah makan khas Minang di Indonesia.

Kopi Kopyok

Foto : inspirasijatim.com

Gresik juga memiliki sajian kopi yang asyik, Kopi Kopyok, yang dibuat dari biji kopi Jawa pilihan yang ditumbuk kasar.

Jika akan dihidangkan, kopi akan ditaruh ke dalam gelas atau cangkir bersama gula.

Lalu kopi akan dituangi dengan air mendidih yang diambil dari air spesial yang melalui tiga tahap perebusan.

Kopi tidak lantas dihidangkan, namun ditunggu sebentar hingga butiran-butiran kopi yang ringan menyembul ke permukaannya.

Setelah itu Anda boleh mengaduknya dan menikmatinya, melalui gelas atau cangkir langsung dan bisa menggunakan lepek yang menjadi alasnya.

Rasanya cenderung masam, namun juga terasa mantap kental berkat kopi yang biasanya memiliki takaran besar.

Penasaran dengan kopi Kopyok? Silakan mampir di warung kopi Cak Wito Gresik.

Kopi Rabongan

Foto : Paragram.id

Sajian kopi ini berasal dari kawasan bagian timur Indonesia, tepatnya dari Kota Ambon.

Kopi yang digunakan biasanya jenis kopi Arabika dan kopi akan direbus dengan campuran rempah seperti jahe, cengkih, kayu manis, gula pasir, dan sereh.

Setelah direbus, kopi akan ditaburi dengan biji kenari sebagai pelengkap.

Kopi Manggar

Foto : momtraveler’s Blog

Kopi Manggar adalah minuman kopi khas kota Manggar di Pulau Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Walau tidak memiliki kekhasan dalam pembuatannya, kopi Manggar telah menjadi ikon yang sangat digemari turis, terutama sejak novel Laskar Pelangi kelahiran Belitung Andrea Hirata menjadi hits.

Kopi Manggar terbuat dari kopi Robusta, memiliki cita rasa yang agak masam dan dianggap ciri khas kopi Manggar.

Salah satu kedai penyedia kopi Manggar yang tersohor adalah warung kopi Atet yang telah berdiri sejak 1949.

Kopi Takar

Kopi ini khas salah satu daerah di Provinsi Sumatera Utara, tepatnya di Mandailing.

Takar dalam bahasa salah satu daerah di Mandailing berarti batok kelapa.

Pasalnya, kopi ini disajikan dengan batok kelapa yang dikeraskan dan mengaduknya tidak mengunakan sendok melaikan dengan kayu manis. (*)