Lima Kopi Favorit di Indonesia

1024
Indonesia kaya dengan beragam jenis kopi yang menjadi minuman favorit di mancanegara. Foto : Muslim Obsession
Indonesia kaya dengan beragam jenis kopi yang menjadi minuman favorit di mancanegara. Foto : Muslim Obsession

kopifirst.com, Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kopi terbaik, bahkan produksi tahunan yang mencapai ribu ton mampu menyuplai tujuh persen kebutuhan kopi dunia.

Menurut data Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Indonesia merupakan produsen kopi terbesar di dunia, setelah Brasil dan Kolombia.

Kopi Indonesia yang sudah terkenal khas dan menjadi daya tarik wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Indonesia.

Pemerintah menyatakan setidaknya ada 16 jenis kopi yang diminati pasar internasional. Namun, lima kopi di antaranya di bawah ini adalah yang paling favorit.

Kopi Gayo

Kopi Gayo merupakan jenis kopi Arabika yang sudah terkenal di berbagai belahan dunia.

Kopi ini di produksi di daerah aceh tengah tepatnya di dataran tinggi Gayo, Provinsi Aceh.

Di daratan tinggi Gayo inilah pusat perkebunan dan produksi kopi terbaik di dunia di hasilkan.

Kopi Gayo mempunyai cita rasa yang tinggi yaitu dengan aroma yang nikmat serta khas, tingkat keasaman yang lebih rendah dan memiliki kepahitan yang kuat.

Kopi Gayo ini teksturnya lebih encer alias tak terlalu pekat dengan tingkat keasaman seimbang sehingga cocok untuk Anda yang bukan penyuka kopi asam.

Masyarakat Aceh juga punya cara penyajian tardisional yang khas serta bukan diseduh, tapi kopi dan air direbus dalam panci hingga mendidih, lalu dituang ke dalam gelas berisi susu dan gula.

Baca juga : Duta Kopi Indonesia 2019 Suka Minum Segelas Kopi di Pagi Hari

Dengan berbagai kenikmatan dan aroma yang khas oleh kopi Arabika Gayo, dunia internasioal menganugrahi Fair Trade Certified™ sebagai bentuk apresiasi untuk kopi Arabika Gayo sebagai kopi terbaik didunia.

Kopi Arabika Gayo sekarang sudah di ekspor ke berbagai negara seperti kawasan Asia, Amerika dan Eropa.

Kopi Toraja

Beberapa negara yang menjadi tujuan utama ekspor kopi Toraja adalah Jepang dan Amerika, karena karakteristiknya unik, sesuai dengan kebiasaan minum kopi di sana.

Anda akan terkejut saat pertama kali mencobanya. Lidah Anda akan merasakan rasa pahit yang menghilang sesaat yang tidak menyisakan bekas rasa pahit di lidah.

Rasa inilah yang digemari para penikmat kopi nusantara dan mancanegara.

Sensasi pahit yang ditimbulkan bijih kopinya hanya ada di awal dan hilang dalam sekali teguk.

Kopi Toraja dan mayoritas kopi lainnya yang tumbuh di Sulawesi cenderung punya rasa earthy, seperti rasa tanah atau hutan.

Kopi Toraja dihasilkan dari daerah Sulawesi Selatan di pegunungan Toraja.

Pegunungan Toraja memang sangat istimewa tanah tumbuh subur, buktinya dua jenis kopi terbaik dunia bisa dihasilkan sekaligus yaitu kopi Arabika Toraja dan kopi Robusta Toraja.

Perbedaan dua jenis kopi Toraja ini terdapat pada kafein yang di hasilkan kedua jenis kopi ini dan sama-sama mempunyai tingkat keasaman yang tinggi.

Kopi Bajawa

Kekentalan cukup pekat, tapi tingkat keasamannya rendah dan berbeda dengan kebanyakan kopi di Indonesia, kopi Arabika dari kawasan Bajawa, Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur, punya rasa dominan cokelat dan vanili dengan after taste yang sedikit nutty.

Kopi Bajawa ini juga memiliki rasa pahit yang tidak terlalu seperti kopi lainnya, rasanya pun juga lebih ringan.

Kopi di Bajawa tumbuh subur karena adanya abu vulkanik dari gunung berapi dan dalam pembudidayaannya menggunakan cara yang organik.

Pupuk yang dipakai pada tanaman kopi Bajawa ini adalah pupuk alami dan juga tanpa menggunakan pestisida.

Amerika adalah negara tujuan sebagian besar ekspor komoditas kopi Bajawa.

Kopi Luwak

Kopi Luwak adalah salah satu kopi termahal di dunia karena minuman ini memiliki nilai eksotis dan ketersediaanya sangat langka.

Kopi Luwak Indonesia laku keras dan sangat digemari di lingkungan pecinta kopi karena dianggap memiliki rasa yang smooth dan ramah di lambung.

Sejarahnya terciptanya kopi Luwak ini yaitu pada Zaman belanda para petani tidak di perbolehkan mencicipi kopi yang telah ditanamnya.

Suatu ketika para petani melihat luwak atau musang ini memakan biji kopi.

Ternyata luwak ini tidak bisa mencerna biji kopi yang di makannya.

Dilihat dari hasil kotorannya yang masih menyisakan biji kopi yang di tanamnya.

Para petani yang mempunyai penasaran tinggi ingin merasakan kopi .

Merebus biji kopi tersebut dan ternyata menghasilkan sajian kopi yang bercita rasa tinggi hingga saat ini.

Kopi Luwak menjadi kopi terbaik dan termahal di dunia saat ini dan tentunya asli produk indonesia.

Kopi Sidikalang

Bagi para penikmat kopi sejati, pasti tahu jenis kopi-kopi terbaik dari Sumatera, salah satunya adalah kopi Sidikalang.

Ini merupakan salah satu dari tiga wilayah di Sumatera Utara yang memproduksi kopi dengan cita rasa yang unik.

Wilayah Sidikalang berada di kawasan Bukit Barisan dengan ketinggian 1.500 meter dpl.

Kombinasi kawasan yang sejuk dan dingin dengan jenis tanah di wilayah Sidikalang yang subur, mampu menciptakan salah satu kopi terbaik di Nusantara.

Salah satu produk unggulan dari Sidikalang adalah kopi robusta.

Aroma dan cita rasa kopi robusta Sidikalang memang mirip dengan Robusta di wilayah atau negara lain, seperti cita rasa yang mirip cokelat dan sedikit manis.

Namun wangi yang dihasilkan robusta Sidikalang tidak terlalu tajam dan teksturnya sedikit lebih kasar dari arabika.

Sementara warna yang dihasilkan tergantung dari cara pengolahan dan Robusta Sidikalang cocok bagi Anda yang menyukai kopi dengan aroma sedang. (*)