Kopi Semang Rasanya Unik dan Bikin Hepi

962
Biji kopi yang dilepeh hewan-hewan liar berserakan di tanah. Foto: Konakito
Biji kopi yang dilepeh hewan-hewan liar berserakan di tanah. Foto: Konakito

i

kopifirst.com, Bengkulu memiliki produk kopi hasil pemilahan oleh binatang, seperti tupai, kelelawar, dan burung. Namanya kopi semang. Binatang-binatang itu makan buah kopi hanya yang matang pohon, dan menyisakan biji kopi yang berkualitas dengan cita rasa unik.

Tak hanya luwak yang doyan buah kopi. Banyak hewan lain yang suka kopi, seperti kelelawar, tupai, burung, dan lainnya. Hewan-hewan liar ini senang berkeliaran di kebun-kebun kopi di daerah Kepahiang, Bengkulu. Mereka memilih buah kopi yang matang sempurna dan berwarna merah, mengunyahnya, lalu menelan daging buah serta kulit arinya. Sementara biji-biji kopinya dilepeh dan jatuh berserakan di tanah.

Meski biji kopi ini tidak masuk ke perut hewan-hewan itu, tetapi setidaknya sudah melalui proses pencernaan awal di mulut yang mengandung enzim tertentu. Proses yang relatif singkat ini akan menghasilkan rasa kopi yang berbeda. Karena buah kopi yang dimakan hewan-hewan itu adalah buah pilihan, maka biji yang dihasilkannya juga biji kopi berkualitas terbaik. 

Semang adalah kosa kata daerah Bengkulu yang berarti mengumpulkan. Itu sebabnya biji kopi yang dikumpulkan secara manual di kawasan perkebunan kopi ini disebut kopi semang. Untuk mendapatkan kopi semang memang harus mengumpulkan satu per satu biji kopi yang berserakan di tanah. Ini dari jenis kopi robusta.

Perlu waktu dan tenaga ekstra untuk mengumpulkannya, sehingga produksinya terbatas, membuat harga kopi robusta semang lumayan tinggi, lebih dari 500 ribu per kg. Di setiap musim panen, paling hanya bisa memperoleh 300 kg biji kopi semang.

Rasa kopi semang lebih manis bila dibandingkan dengan kopi luwak. Kalau ditambah sedikit gula rasa manisnya seperti manis air gula aren. Kopi semang juga mampu memberikan sensasi bahagia. Woooow. @