Kedai Filosofi Kopi Selalu Ramai Pengunjung

1089
Kedai Filosofi Kopi, tempat ngobrol yang nyaman. Foto: rin
Kedai Filosofi Kopi, tempat ngobrol yang nyaman. Foto: rin

kopifirst.com, Bila dengar orang menyebut Filosofi Kopi bisa jadi di benak kita langsung terbayang film yang dibintangi Chicco Jerikho dan Rio Dewanto. Mau tahu seperti apa rasa kopi yang ada di film tadi? Biar gak penasaran coba ngopi di kedai Filosofi Kopi.

Kedai kopi yang berlokasi di Melawai, dekat Blok M Square ini lumayan cozy. Interiornya bergaya rustic dengan kesan kuat pada dinding bata merah serta lantai yang kusam. Nuansa vintage tampil pada kursi-kursi biru terbuat dari kaleng/seng. Beragam lukisan dipajang berjajar di dinding.

Tak ada menu makan besar di kedai ini, tapi di jam makan siang hari itu pengunjung ramai. Sebagian besar orang muda. Ada yang asyik ngobrol, ada yang serius dengan laptopnya, ada pula yang sedang rapat (meeting). Apa pun yang mereka lakukan, yang pasti sambil menikmati kopi pilihan masing-masing.

Sajian kopi di sini sebagian besar jenis arabika dari Wonosobo dan Aceh (Gayo). Ada banyak pilihan. Anda bisa memilih kopi berbasis espresso, seperti cappuccino, piccolo, dan flat white. Yang suka black coffee ada espresso dan long black. Kalau mau manual brew pesan saja Indonesian tubruk, Vietnam drip, V60, atau syphon. Untuk menikmati Vietnam drip kita mesti sabar menunggu 10-15 menit. Meski ditambah susu, sajian kopi di sini tidak terlalu manis dan kopinya bold.

Bagi yang kurang suka kopi tersedia menu nonkopi, seperti red velvet latte dan chocolate. Untuk camilan ada banyak pilihan, dari cassava, risoles, lumpia, french fries, churros, hingga aneka cake. Camilan di sini cukup enak.

Tak hanya kopi dan camilan, kedai ini juga menjual asesoris khas Filosofi Kopi, seperti cangkir, T-shirt, kopi tiwus, dan sebagainya. Setiap akhir pekan kedai Filosofi Kopi selalu penuh pengunjung. Sulit cari tempat duduk. Saat weekdays pun semakin malam tambah ramai. Kalau ingin leluasa datang saja lebih pagi. Anda bisa memilih duduk di kursi kaleng yang jadul, atau di meja bar yang menghadap ke jalan. Sambil menyapu pandang ke luar lewat jendela kaca, Anda bisa menyeruput secangkir kopi yang nikmat. Sruuuttt. @