Hati Lisa untuk Kopi Nusantara

823
Lisa selalu antusias mempromosikan kopi Indonesia ke seantero dunia. Foto: Pras/kopifirst.com.
Lisa selalu antusias mempromosikan kopi Indonesia ke seantero dunia. Foto: Pras/kopifirst.com.

kopifirst.com, Jika Anda datang ke acara khusus kopi, sosok ini bisa dipastikan akan Anda temui. Lisa Ayodya bukan petani kopi, juga tak punya bisnis kopi. Tapi, ia getol mempromosikan kopi Nusantara, baik di dalam negeri maupun ke berbagai penjuru dunia. Ia ingin Indonesia dengan beraneka ragam kopinya mendapat tempat tinggi di kancah perkopian dunia.  

Indonesia, tambahnya, kini sudah ada di tiga besar sebagai produsen kopi dunia, setelah Brasil dan Kolombia. Prestasi itu karena Indonesia memang sangat kaya akan ragam kopi. Sebut saja kopi jenis arabika, karena geografisnya, karakter kopi antara satu dengan lain daerah tidak sama.

“Arabika Aceh beda dengan arabika Bali, kopi Jawa Timur dengan kopi Jawa Tengah juga tidak sama. Jadi kalau kita bawa ke luar (negeri) namanya kopi Indonesia tapi di bawahnya ditulis nama daerahnya, seperti Indonesia Papua, Indonesia Mandheling. Itu akan memperkuat Indonesia,” papar pegiat komunitas CLI (Coffee Lovers Indonesia) ini.  

Lisa mengingatkan bahwa tugas promosi kopi Indonesia bukan hanya tugas pemerintah, organisasi, koperasi, atau petani. “Kita harus ramai-ramai, harus ada kebersamaan untuk memperjuangkan kopi Indonesia ke manca negara,” tandasnya. Selain pasar yang besar di Cina dan kini menyusul Korea, kopi Indonesia juga sudah tembus di Eropa, meski Eropa memasang grade yang tinggi.

Bicara tentang kopi, menurut Lisa, tak bisa dipisahkan dari budaya dan seni. Bikin kopi seperti halnya seni yang lain, harus pakai hati. “Makanya hati saya, passion saya ada di kopi. Happy banget melihat kemajuan kopi yang luar biasa, naiknya bisa dua kali lipat,” ujar perempuan kelahiran Wlingi, Blitar, 9 September 1952 ini dengan penuh semangat. @