Fenilindana, Senyawa Dalam Kopi Pencegah Alzheimer dan Parkinson

897
Alzhemeir dan Parkinson bisa dicegah dengan minum kopi karena mengandung senyawa Fenilindana. Foto : Geriatric Nursing
Alzhemeir dan Parkinson bisa dicegah dengan minum kopi karena mengandung senyawa Fenilindana. Foto : Geriatric Nursing

kopifirst.com, Dari beberapa penelitian disimpulkan bahwa meminum kopi dapat menurunkan risiko penyakit Alzheimer dan Parkinson.

Dalam proses pembuatannya, kopi mengeluarkan senyawa kimia bernama Fenilindana yang mempunyai manfaat untuk menghambat pertumbuhan protein yang terkait dengan penyakit otak degeneratif.

Semakin gelap biji kopi Anda, semakin banyak senyawa pelindung ini ada di setiap cangkir.

Dalam penelitian yang diterbitkan di Frontiers in Neuroscience, para peneliti di Krembil Brain Institute di Toronto menganalisis komponen kimia dari tiga sampel yang berbeda dari kopi instan Starbucks Via: light roast, dark roast, dan dark roast tanpa kafein.

Kemudian mereka mengekspos ekstrak setiap sampel ke dua jenis protein yaitu amiloid beta dan tau yang dikenal sebagai ciri khas Alzheimer dan Parkinson.

Dalam dua penyakit ini, semakin ganas penyakit tersebut makan semakin banyak plak protein yang ada di otak.

Semua tiga ekstrak kopi dilaporkan mencegah “penggumpalan” protein-protein ini.

Para peneliti tidak melihat adanya perbedaan dalam keefektifan dari jenis biasa versus tanpa kafein, mereka memutuskan bahwa hal ini mungkin bukan yang berpengaruh.

Namun, mereka melihat efek penghambatan ditunjukkan lebih besar oleh kopi jenis dark roast dibanding light roast.

Hal ini membuat para peneliti berpikir tentang fenilindana yang terbentuk dari pemecahan asam selama pemanggangan kopi yang sebagian besar bertanggung jawab atas rasa pahit kopi.

Senyawa ini ditemukan dalam konsentrasi yang lebih tinggi dalam kopi dengan waktu panggang yang lebih lama, seperti dark roast dan espresso.

Dalam studi laboratorium lebih lanjut, mereka menemukan bahwa campuran fenilindana memang mencegah penggumpalan protein yang berhubungan dengan dua penyakit tersebut, amiloid beta dan tau.

Namun peneliti dari Krembil Brain Institute, Donald Weaver, MD, mengatakan bahwa penelitian ini masih dalam tahap awal sehingga tidak berarti bahwa setiap orang harus mulai meminum espresso atau memanggang biji kopi mereka ekstra gelap.

Ia menekankan bahwa banyak yang masih belum diketahui tentang bagaimana senyawa ini benar-benar bekerja di tubuh manusia. (*)