Erdianto Angkat Citra Kopi Specialty Arabika Bondowoso dan Fine Robusta Jember

1030
Erdianto W Setiawan (tengah) menyajikan kualitas kopi specialty arabika Bondowoso dan fine robusta Jember lewat merek Kopi Selapak. Foto : Jos/kopifirst.com
Erdianto W Setiawan (tengah) menyajikan kualitas kopi specialty arabika Bondowoso dan fine robusta Jember lewat merek Kopi Selapak. Foto : Jos/kopifirst.com

kopifirst.com, Memproduksi dan memakai merek Kopi Selapak, Erdianto W Setiawan lewat PT Sarana Belajar Aktif Kreatif (SABAK) mengangkat citra kopi specialty arabika Bondowoso ke pentas nasional.

Selain kopi specialty arabika, dia juga memproduksi kopi fine robusta Jember.

Dalam menghasilkan produk kopi andalannya, dia memperoleh kopi yang sebagian besar dihasilkan dari perkebunan kopi milik keluarganya.

Kopi specialty arabika dihasilkan dari perkebunan Selapak Bondowoso di kaki Gunung Ijen dan berada di ketinggian 1500 mdpl.

Sementara kopi fine robusta didapat dari perkebunan Durjo Jember di kaki Gunung Argopura yang berada di ketinggian 800 hingga 1200 mdpl.

“Selain dari perkebunan sendiri di Bondowoso, kami ikut membina para kopi setempat dengan total lahan mencapai sekitar 200 hektare,” tutur Erdianto ketika ditemui di Jakarta belum lama ini.

Kualitas adalah raja merupakan prinsip yang dipegang teguh Erdianto dalam menghasilkan produk kopi unggulannya.

Dimulai dari pemetikan buah kopi yang matang (merah) dan proses pengupasan kulit atau pulping.

“Guna menjaga kesegaran buah kopi maka waktu terbaik dari panen ke proses pengolahan tidak boleh lebih dari enam jam.”

“Kami menggunakan mesin pulping terbaik, yakni Penagos dari Kolombia, yang mampu mengupas 1 ton buah kopi dalam satu jam.”

Kopi Selapak terjaga kualitasnya dari panen dan proses pengolahan biji kopinya sehingga menghasilkan kopi dengan cita rasa paten. Jos/kopifirst.com

Menurutnya, musuh utama kopi adalah fermentasi sehingga kalau pakai cara kovensional setelah dikupas maka harus direndam selama tiga hari untuk menghilangkan getahnya maka biji kopi sudah mengalami fermentasi.

Erdianto menilai biji kopi yang sudah terfermentasi maka tak ubahnya seperti biji kopi yang sudah busuk.

“Dengan menggunakan mesin Penagos, kita cukup merendam biji kopi selama tiga jam makanya biji kopi kami benar-benar bersih sehingga kesegaran, rasa, serta kualitas biji kopi tetap terjaga,” tuturnya.

Dalam memasarkan Kopi Selapak, Erdianto aktif memasarkannya via online dan menjual langsung ke konsumen di event-event kopi.

Selain itu, konsumen bisa menikmati langsung sajian kopi specialty arabika Bondowoso maupun kopi fine robusta Jember di SABAK Coffee & Kitchen yang berada di Serpong Greenview Apartment, Cottonwood Tower, RK1-2 Jalan Lengkong Gudang Timur Raya, BSD City, Serpong, Tangerang Selatan. (Jos)