Chatarina & Hayuwardani Pendamping bagi Pebisnis Kopi Pemula

867
Chatarina (kedua dari kanan), siap berbagi ilmu kopi kepada siapa saja yang berminat. Foto: dok.Inadrinks.
Chatarina (kedua dari kanan), siap berbagi ilmu kopi kepada siapa saja yang berminat. Foto: dok.Inadrinks.

kopifirst.com, Industri kopi di Indonesia tumbuh pesat seiring makin maraknya gaya hidup masyarakat penikmat kopi. Kedai-kedai kopi dengan berbagai konsep kafe besar maupun warung kecil terus bermunculan di tengah masyarakat.

Indonesia dengan kekayaan ragam kopi spesial, sayangnya konsumsi kopi pada masyarakat lokal masih tergolong kecil. Selain itu masih banyak orang Indonesia yang belum beralih dari kebiasaan minum kopi sachet menuju kopi yang sehat. Padahal penggemar kopi tidak sebatas pengunjung kedai, tetapi juga para penyeduh untuk konsumsi sendiri atau menikmatinya bersama keluarga maupun teman di kantor.

Fakta lain menunjukkan bahwa banyak kedai kopi kecil sulit berkembang, karena kesulitan mendapatkan sumber kopi yang baik dengan harga terjangkau. Kedai kecil juga terbentur pembelian minimal terkait penjualan yang belum banyak.

Guna menjawab kebutuhan itu, Chatarina Puramdari dan Hayuwardani mendirikan UKM Inadrinks. “Kami melakukan pembelian langsung dari petani atau koperasi, sehingga mendapatkan jaminan keaslian produk dan harga terjangkau,” terang Chatarina saat dijumpai Kopifirst.com di rumahnya di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan. Bagi kedai-kedai kecil Inadrinks tidak mengenakan minimal pembelian.

Untuk menggiatkan entrepreneurship, Chatarina dan Hayu memberikan pelatihan penyeduhan kopi (manual dan mesin) kepada kaum muda atau siapa saja yang berminat, dengan biaya murah. Pendampingan dan pelatihan juga diberikan bagi pemula yang mau usaha kopi skala kecil.

Duo ibu alumni UGM ini pun rajin mengenalkan kopi yang baik dan sehat melalui sosial media, arisan, gathering, serta pendekatan personal.

Perhatian Chatarina dan Hayu juga tak luput pada sisa penyeduhan kopi. Sementara ini mereka menggandeng komunitas Minim Sampah untuk mengelola ampas kopi dan menguji coba sampah kopi ini sebagai media tanam.